Selasa, 30 Maret 2010

gambar karikatur








Dari karikatur diatas menjelaskan gambaran

Dunia pendidikan saat ini memang di rasa sangat penting dalam suatu kehidupan bermasyarakat. Pendidikan tidak saja berbentuk pendidikan formal maupun informal. Tetapi pendidikan juga sebagai proses perubahan dari tingkah laku sesorang dalam aspek pengetahuan yang akan semakin bertambah, demikian dengan sikap yang akan terbentuk dari sebuah pendidikan serta keterampilan sesorang yang akan berkembang bila seseorang mendapatkan pendidikan. Dalam dunia pendidikan, pendidikan terdapat dua bentuk yang berbeda, yang pertama pendidkan bisa saja menjadi sebuah pembebas, dengan arti lain pendidikan membebaskan sesorang dari kebodohan dan membuat seseorang menjadi lebih terpelajar. Yang kedua pendidikan sebagai pembelenggu, dalam arti ini pendidikan mengharuskan sesorang harus lebih mengerti dalam suatu hal dimana sesorang merasakan pembelengguan dari pendidikan ini tanpa tersadari.








Perekonomian di Indonesia yang semakin tidak stabil atau tidak ada pemerataan pendaptan membuat para masyarakat Indonesia terbelenggu kemiskinan. Banyak kalangan kalangan bawah yang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, baik sandang, pangan maupun papan. Sering kita lihat para petani, pedagang, anak jalanan, dan pengemis yang berada di kalangan bawah tidak mendapatakan ketidakadilan atau pun kesejahteraan dalam kehidupannya. Negara Indonesia sudah lama merdeka, tetapi kehidupan masyarakat Indeonesia tetap terbelenggu seperti saat penjajahan.

Sebagian masyarakat yang memiliki intelektual tinggi justru mereka hanya terjebak dalam slogan maupun simbol-simbol saja, yang lebih menakutkannya lagi, mereka menjadi kebingungan akan kedaan perekonomian sekarang ini. Tidak di pungkiri, para kalangan atas setiap melakukan aksinya mengatas namakan rakyat. Yang pada ujungnnya, rakyat hanya dimanfaatkan oleh kaum intelektual hanya sebagai tamengnya dalam sebuah aksinya. Rakyat kalangan bawah yang tidak mendapatkan ketidakadilan dan kesejahteraan, mereka hanya bisa menerima nasib mereka tanpa melakukan perbuatan yang akan membela dirinya agar lebih baik. Banyak kaum-kaum intelektual yang benar berjuang untuk kedadilan dan kesejahteraan tetapi tidak bisa berbuat banyak, karna tidak mempunyai kuasa dan kewenangan.

Seakan di belenggu oleh sebuah botol, dimana mereka tidak bisa bergerak dan keluar dari jerat-jerat kemiskinan. Kalangan atas yang sering menyimpang siurkan informasi dan sering kali meyalah gunakan kewenangannya untuk kepentingan dirinya saja, tanpa memperhatikan kesejahteraan kalangan bawah, hingga kalangan bawah tidak bisa merasakan keadilaan. Kalangan bawah yang tidak berintelektual atau berpendidikan sering sekali dijadikan sebagai objek adu domba antar kalangan atas atau kaun intelektual. para rakyat kalangan bawah mereka hanya bisa menyampaikan pesan kehidupannya seperti di dalam botol yang tidak akan bisa keluar dari ketidakadilannya.

Tips terhindar dari konsumtivisme




Budaya konsumtivisme sebenarnya salah satu dampak dari globalisasi yang paling gampang meradang kaum muda. Ada beberapa tips untuk menghindari dampak negatifnya.

1.Jangan jadi korban iklan!
Pasti sering kita melihat iklan di televise, radio maupaun poster-poster. Jadi jangan langsung tertarik membeli produk tersebut. Pikir panjang terlebih dahulu, apakah barang tersebut berguna untuk kita atau tidak? Bedakan kebutuhan dengan keinginan sesaat!

2.Gengsi bukan alasan.
Jangan menjadikan gengsi menadi alsan untuk membeli barang, terutama gadget mewah yang tidak kita butuhkan. Jangan karena tidak mau kalah dengan orang lain, kita sendiri yang akan kena getahnya. Duit habis, gak ada untung, Cuma bisa gaya doang.

3.Belajar hidup sederhana dan berkomitmen.
Kita harus mulai berfikir secara dewasa. Hidup sederhana bukan hal buruk. Itu malah baik buat kepribadian dan masa depan kita. Kalau kita sudah bisa berkomitmen hidup sederhana, pastinya keuangan kita lebih stabil. Lagi pulan. Ini tidak terlalu sulit, asalakan ada kemauan dan niat yang kuat.

Itu semua berguna untuk mengantisipasi sifat konsumtivisme pada diri kita.

Senin, 08 Maret 2010

Transetion Insechemic Attack Waspada untuk para Pengendara Sepeda Motor


Terjemahan awamnya adalah serangan gangguan aliran darah ke otak secara mendadak. Ini bisa saja dialami para biker terutama yang heavy duty, daily rider, racer, tracker atau peturing. Gaya hidup yang tidak sehat dan ketidak pahaman akan berpotensi bahaya menjadi kunci serangan ini.

Maksudnya gaya hidup tidak sehat, paling utama adalah nutrisi tidak sehat, rokok dan alcohol. Paling dekat dengan keseharian kita adalah perilaku merokok. Rokok itu bisa menyerang hati yang berfungsi sebgai filtrasi. Di motor hati itu ibarat saringan bensin, jika saringan bensin rusak, maka bensin motor akan terus ke kalbulator hingga pembakaran menjadi tidak sempurna, motor batuk-batuk langsung mogok.

Nah, jika hati ibarat saringan bensin dan bensin itu darah, kalbulator sama dengan jantung yang mempompakan darak ke otak. Di motor karbulator menyemprotkan bensin ke ruang baker, nah jantung juga memmompakan darah keotak. Jika kualitas darah jelek otak sebagai central processing unit kita akan rusak.

Jika dimotor terjadi detonasi, nah manusia juga begitu. Darah yang berkualitas jelek, ada gelembung udara, kolestrol dan banyak zat berbahaya lainnya akan menyerang system pernafasan manusia. Seseorang bisa langsung terhuyung mendadak bahkan berhenti bernafas. Itulah yang disebut transition inschemic attack (TIA). Perilaku merokok tentu bukan satu-satunya penyebab perusak hati itu. Alkohol juga sangat rentan menyerang hati dan disebut hepatitis alcoholic.

Organ lain yang menyerang baiker adalah ginjal dan tulang belakang. Suspensi yang jelek apalagi hard tail sangat berbahaya. Kondisi panas, getaran dan handling motor yang berkesinambungan meyerang kesehatan. Untuk tulang bisa menjadi pengapuran tulang.

Saat kita naik motor, tubuh akan bergetar secara countinu. Diantara tulang terdapat semacam bantalan yang disebut annulus vibrousus. Bantalan ini berfungsi meredam getaran antar tulang belakang. Seiring dengan bertambahanya usia, pola makan salah dan gaya hidup, bantalan itu akan mengeras.

Dengan begitu, getaran menyebabkan antar tulang beradu hingga berakibat tumbuhnya tulang baru disamping kiri kakan ruas tulang tadi “Spur formation”. Tumbuhnya tulang tadi bisa menjepit susanan urat syaraf terutama di tulang punggung. Pencegahannya, nutrisi sehat. Tak merokok, alcohol dan makan makanan berkolesterol tinggi.


Malas Kebengkel Resmi Karena Faktor Layanan


Fenomena biker lebih memilih melakukan servis atau perawatan ritun di bengkel umum ketimbang di bengkel resmi sudah tak terbantahkan. Hal ini salah satu yang membuat menjamurnya bengkel motor diberbagai penjuru.Sebabnya apa sih yang menjadi alas an dibalik semua ini?

Setelah melakukan survey kecil-kecilan, factor kenyamanan dan kondisi yang memungkinkan mereka berkonsultasi lebih akrab dengan mekanik menjadi poin utama. Di bengkel umum, sipemilik motor bisa dengan leluasa memperhatikan, bertanya bahkan menerangkan keluhan langsung ke mekanik.

Sementara itu di bengkel resmi, saat motor dikerjakan, pemilik motor hanya dipersilahkan duduk manis di ruang tunggu. Banyak konsumen yang tidak suka akan hal itu, dan para konsumen kurang puas akan hal tersebut.

Hal lain yang membuat konsumen batal masuk kebengkel resmi adalah melihat antrean. Jika telat dating atau agak kesiangan, sudah bisa dipastikan motor mendapat nomor urut jauh. Konsumen jadi membuang-buang waktunya. Penyebab lain adalah kemungkinan untuk memasangkan atau memilih produk aftermarket. Bengkel resmi biasanya ogah atau tidak berani memenuhi permintaan konsumen untuk memasang komponen yang bukan orisinil atau produk variasi. Itu karena takut nantinya akan menimbulkan dampak gugurnya garansi.

Faktor mekanik bengkel umum yang sudah berprestasi baik di lintasan balap resmi atau liar juga menjadi daya tarik lain bagi konsumen. Dengan aneka alas an tadi, maka bengkel resmi hanya diramaikan oleh motor baru yang masih mendapat jatah oli dan servis gratis. Setelah itu, bisa dipastikan mereka akan langsung datang beralih ke bengkel umum.

Selain itu, ada anggapan mahalnya biaya servis di bengkel resmi juga kerap jadi pertimbangan. Termasuk ada anggapan kalau mekanik bengkel resmi mekaniknya masih muda alias baru. Meski uda detraining, tapi tetap saja pengalaman masih dirasa belum layak.

Satu lagi yang kerap bikin enggan berkunjung ke bengkel resmi. “Mekaniknya kejar setoran”. Sebab di bengkel resmi ada aturan pemberian bonus. Bagi yang dapat banyak menservis motor akan mendapat uang tambahan. Akhirnya mekanik kerja serba kebut. Juga termasuk penggantian komponene. Mekanik dikasih target sebanyak mungkin mengganti parts. Sehingga dapat memberi masukan buat perusahaan. Jadi dapat diseimbulkan ada beberapa factor yang membuat konsumen agak enggan untuk membawa kendaraan bermotornya pada bengkel resmi, toh, ujung-ujungnya motor di pakai, buat apa mengeluarkan uang yang besar klo hasilnya akan sama.


Pengobat Patah Hati





Kasus ini paling jelas tampak ketika dalam putus cinta kita berada pada posisi orang yang memutuskaAn, sebgai orang yang berposisi memutuskan cinta, mengkin kita tidak terlalu merasakan patah hati yang terdalam, atau terlalu sakit di bandingkan dengan orang yang diputuskan cintanya, bisa juga kita tidak merasakaan apapun. Mengapa demikian, sebgai orang yang berposisi memutuskan cinta, secara mental kita lebih siap. Siap tidak semata-mata dalam arti siap kehilangan pasangan kita, tapi juga lebih siap dalam menghadapi kegelisahaan dan rasa salah.
Dengan kata lain, kita bisa memaklumi bahwa jika dalam putus cinta kita berada pada posisi orang yang diputus, kita pun mengalami krisis. Dalam konteks ini, kadang-kadang kita harus maklum jika karena putus cinta untuk sementara kita lari dari kenyataan. Untuk itu dibutuhkan modal mental dan sikap yang tepat. Beberapa usulan bisa kita pertimbangkan.

1.Be Rational
Kesalahn-kesalahn berpikir itu memusatkan perhatian pada aspek negative akan suatu situasi. Memang putus cinta itu membuat kta berusaha mencari pacar lagi. Begitupun, tidak ada jaminan kita mendapatkannya. Akhirnya, malam minggu kita harus sendirian lagi. Kalaupun mendapatkannya, belum tentu pacar baru kita lebih baik daripada si doi. Bahkan, mungkin selamanya kita tidak akan mendapatkan pacar, dst. Semua kemungkinan “negative” itu benar. Tetapi, jika kita terlalu memusatkan perhatian pada hal-hal negative macam itu, kita akan hidup dalam ketakutan.
Selahan piker lainnya, kita menajadi tidak proposional dalam melihat kenyataan. Dimana letak ketidakproposionalan berpikir? Memang benar si doi memutuskan kita karena sifat buruk yang tidak ia sukai, atau pun ada kekurangan dalam diri kita yang tidak bisa ia terima. Memang tidak adil jika melihat kita dari keurangganya. Tetapi keliru besar menghakimi diri kita seperti itu. Kecantikan ataupun ketampanan hanya sebagian kecil dari diri kita. Berharganya tidaknya diri kita, mati hidupnya diri kita bukan ditangan pasangan kita. Karena itu, kalau saat ini kamu menjadi limbung gara-gara si doi memutuskan cintanya, katakana, “kamu tidak punya kuasa apapun atas hidupku! Aku tak bakal terpengaruh hanya karena kau putuskan cintaku!” wow mantap bukan?
Usaha untuk tetap rasional adalah menyadari bahwa cara kita menanggapi sesuatu peristiwa sering merupakan hasil pengondisian. Dengan contoh atau nasihat kita dikondisikan untuk penghinaan dengan kemarahan. TIDAK! Masih terlau banyak cara lain yang lebih baik untuk menghadapi penghinaan. Hal itu juga berlaku pada putus cinta, selalu ada cara kreatif untuk menghadapi situasi jadi kita harus berfikir jernih dalam arti rasional lebih dulu.
2.Face The Fact
Setelah kita bisa berfikir rasional dan proposional, hal lain yang perlu kita lakukan adalah menghadapi kenyataan. Diatas memang disebutkan, boleh saja sementara kita hidup dalam ilusi. Artinya, untuk sementara kita lari dari kenyataan. Alasannya sederhana kok. Konon, pada dasarnya “alam” menciptakan pertahanan psikologis khusus untuk sesuatu kejutan yang kita hadapi. Ketika kita mengalami keterkejutan karena kehilangan separah apa pun, secara otomatis system saraf kita mengubah system tubuh kita ke “modus darurat”. Karenannya, ketika sangat terkejut, kita menjadi terhenti seperti patung, tak bisa berkedip, tak bisa melangkah, dan pernapasan pun terhenti. Secara emosional, kita pun membeku.
Atas dasar hal tersebut, ketika mendengar kabar orang yang kita cintai meninggal mendadak karena kecelakaan atau hal yang lainnya, kita tidak langsung menangis seketika itu juga. Tangis itu pecah sebagai tanda telah munculnya emosi sedih beberapa saat setelah itu. Dalam kasus puntus cinta, mekanisme hormonal dan emosional itu rupanya juga demikian.
Hal ini hanya untuk sementara artinya tidak untuk selamany. Dengan demikian, mau tidak mau, siap tidak siap, pada akhirnya kita harus berani menghadapi kenyataan. Melarikan diri tidak dan tidak akan pernah menyelesaikan persoalan.
Kenyataannya kita memang sudah putus cinta. Apa pun alasannya. Saying, yang sering terjadi, kenyataan itu kita tolak, enatah sadar atau tidak. Kita masih terbayang atau diam-diam mengharapkan tetap hidup dengan masa-masa indah di masa lalu. Atau, bahkan kita masih suka membayangkan kisah masa depan dengan si doi. Kita ketakutan, jangan-jangan nanti begini… jangan-jangan nanti begitu,. Kita juga menyesal, kenapa dulu kok begini…kenapa dulu kok begitu.
Salah satu prasyarat utama agar kita bisa keluar dari kubangan patah hati adalah menyadari dang menghadapi kenyataan. Menyadari dan berani menghadapi kenyataan, artinya, tidak hidup dalam baying-bayang (baying-bayang selalu bukan kenyataan)
Bayang-bayang itu bisa berupa ketakutan-ketakuan tapi juga sikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Dengan ketakutan kita menjadi takut melangkah. Tetapi, dengan sikap seolah tidak terjadi apa-apa kita juga menjadi tidak bijak

3.Jangan Terlalu Dekat
Cara mengatasi kesediahan akibat patah hati adalah berusaha untuk tidak selalu merasa kehilangan dan tidak terlalu lekat. Harta bisa saja tidak berarti benda, tetapi sesuatu yang sangat berharga. Dan sesuatu yang sangat berharga itu bisa saja orang yang kita cintai. Dengan kata lain, orang yang kita cintaipun bisa menjadi “harta” kita.
Ditinggal pacar memang sebuah kehilangan. Kita akan kehilangan perhatian, kehilangan kehangatan, kehilangan penerimaan, kehilangan kebersamaan.Namun demikian, kta tetap harus realistis. Perpisahan sebenarnya hanya soal waktu. Ketika terjadi pertemuan, perpisahan itu pasti terjadi. Waktunya saja yang tidak bisa kita perkirakan. Karena itu, berlarut-larut dalam rasa kehilangan dan terus melekat pada orang yang selama ini menjadi kekasih kita jelas merupakan sikap tidak realistis.
Apakah ini berarti kita tidak mencintainya? Mencintai berbeda sekali dengan mengusai.. bahkan keduanya bertolak belakang! Keinginan mengusai selalu bertolak dar nafsu. Padahal,, nufsu selalu menjadi musuh cinta. Ketika kita ingin untuk tetap bersama dengan dia (kelekatan), sebenarnya kta sedang berusahan mengusainya dan bukan mencintainya.
Dari sudut pandang lain dalam berbagai kasus, berpisah sekarang ternyata lebih baik dari pada berpisah kelak. Kalu ternyata hubungan tersebut memang tidak bisa di pertahankan, untuk apa menyiksa dan menipu diri sendiri. Dengan berpisah kita justru bisa menyusun langkah lain. Jika demikian, atas alasan apa kita harus terlalu lekat? Toh sebelum berpacaran dengan dia, selama ini pun kita baik-baik saja.

4.Be Optimistic
Ada pepatah yang berlaku dalam pertandingan, “ketika semangat hancur, kita sebenarnya telah separo kalah sebelum menghadapi lawan!”. Pepatah itu juga berlaku dalam banyak hal. Apa artinya, rupanya, sikap mental kita memainkan peran penting bagi keberhasilan kita, termasuk keberhasilan keluar dari kubangan patah hati.
Dalam arti tertentu mungkin benar bahwa putus cinta merupakan sebuah kegagalan. Tapi, dengan hilangnya optimisme, kita sebenarnya malah berpotensi gagal dua kali. Pertama, gagal dalam hubungan. Itu yang sudah terjadi. Potensi kegagalan yang kedua, kita gagal mengatasi patah hati tersebut karena optimisme kita telah hancur. Karena itu, mestinya kita harus berperinsip: broken heart boleh, tapi kehilangan optimisme jangan!
Dengan sikap optimis kita menjadi berani melangkah lagi merajut masa depan. Kita tentu ingat bahwa keberhasilan bukan berarti kita tidak pernah gagal, melainkan keberanian untuk bangkit kembali ketika jatuh. Ini juga berlaku dalam kasus percintaan.
Karena itu, tetaplah optimis. Dunia tidak selebar daun kelor. Orang baik tidak hanya dia. Jutaan orang baik juga sedang menanti pacar baik sepertimu.

5.Tekuni hobi baru
Ada cara lain mengatasi patah hati yang memang sedikit berbau pelarian. Namun demikian, selama pelarian itu positif, untuk sementara apa salahnya? Pelarian memang tidak pernah menyelesaikan masalah. Lebih tidak menyelesaikan masalah adalah lari pada hal-hal negative, alih-alih menyelesaikan persoalan poko, persoalan baru malah muncul.
Sekedar untuk mengalihkan perhatian, tidak ada salahnya kita coba-coba hobi baru. Mengarang, menjahit, berenang, dan sebagainya. Berbagai aktivitas baru sering membantu kita sedikit melupakan kesedihan yang kita alami. Diatas semua itu,. Siapa tahu hobi baru itu kelak akan mendatangkan manfaat bagimu.

6.Putuskan Dengan Kenangan Manis
Salah satu kecenderungan kita adalah mengenang masa lalu yang indah. Karena itu, jangan disalahkan kalau kakek/nenek kita sering menasehati kita. “Dulu waktu kakek/nenek seusia kamu, uang sekolah saja sudah cari sendiri….!”
Waktu patah hati, kita juga cenderung tenggelam kembali kedalam kenangan-kenangan indah dengan dia. Mungkin tanpa disadai kita berjam-jam memandangi foto kita bersama.Mungkin dengan sengaja kita mendatangi kembali tempat-tempat yang biasa kita kunjungi berdua. Mungkin dengan sengaja kita memakai baju yang mempunyai kenangan tertentu, dst. Saat berada dalam kenangan itu, kita merasa nyaman. Seolah-olah kita bersama dia kembali
Kecenderungan semacam itu, selain tidak realistis juga sangat tidak membantu proses pemulihan batin kta. Ibarat luka, kita selalu mengorek-ngoreknya kembali. Pernahkah membayangkan sebuah luka yang selalu dikorek-korek? Syukur kalau akibatnya Cuma pemulihannya menjadi lama, apesnya akan terjadi infeksi. Luka hati pun begitu. Selalu mengingat atau “berusaha mengalami kembali” kenangan manis tidak ubahnya dengan mengorek-ngorek luka lama.
Karena itu, pada saat patah hati kita msih limbung karena patah hati, adanya baiknya semua barang kenangan sementara disingkirkan jauh-jauh.

7.Menangislah Jika Perlu
Ada nasiahat yang cukaup efektif tapi tetap aman untuk mengungkapkan emosi negative kita kepada seseorang. Sebagaiman yang terjadi pada umumnya, seorang yang patah hati apalagi dalam posisi diputus, punya kecendrungan marah, benci kepada kekasih yang memutuskannya. Bagi sebagian orang, malah mungkin sampai muncul perasaan, “kalau bisa saya hancurkan orang itu!”

Di satu sisi emosi itu ada dan tidak boleh ditekan. Sebab, dalam kenyataannya semua emosi negative yang ditekan suatu ketika akan meledak justru pada saat yang tidak dharapkan. Tidak jarang gadis yang diputus cintanya lalu menelepon atau menulis surat yang isinya mengumpat-umpat si cowok yang telah memutus cintanya.
Emosinya sendiri memang sah, tapi cara pengungkapannya itu seperti akan mengundang masalah. Jadi, bagaimana agar emosi negative itu tetap tersalurkan tetapi dengan cara yang aman? Masuklah kamar, tulislah buku harian. Umpatlah sepuasmu. Setelah itu robek-robeklah lalu baker. Ini cara yang dijamin aman bagi semua pihak (kecuali klo mnembakarnya di kasur mu).
Kurang pusa? Ambillah bantal, gambari wajah doi mu itu, lalu pukulilah dia sepuas kamu. Kamu boleh menertawakan ini sebuah usul gila. Tapi, cobalah kalu tidak percaya. Nanti kamu akan merasakan kelegaan tanpa “si doi” harus benar-benar kamu pukil.
Dalam hal ini perlu ditekankan, jika kamu memang ingin menangis…menagislah! Menangis ternyata sering lebih baik daripada tidak menangis. Menangis akan membantu meringankan beban hati. Bahkan dengan menagis kita sering menemukan diri kita sendiri.
Intinya, emosimu yang meledak-ledak tertumpahkan dengan cara yang aman. Pengalaman menunjukan, ketika emosi yang meledak-ledak itu telah tertumpah, kita menjadi bisa berpikir lebih jernis. Kita menemukan kembali diri kita sendiri.

8. Dia Bukan Satu-satunya
Akibat errors in thinking seperti telah dibahas, orang yang putus cinta sering menggeneralisasi bahwa karena si doi tidak lagi mencintainya, berarti semua orang juga tidak mencintainya. Benarkah demikian?
Cobalah ketika menghadapi patah hati, kita mendaftarkan orang-orang yang selama ini dan terus akan memperhatikan kita. Siapa orang-orang itu? Pertama, sahabat-sahabat (kalau perlu tulis nama-namanya). Buktinya dia peduli dengan menghibur kita. Kedua, orang tua kita. Buktinya, mereka tetap berharap kita berhasil dalam belajar, tetap memberi kita makan, pakian, dan uang saku. Ketiga, kakak-adik kita. Buktinya, entah terucap atau tidak, merka pasti tidak rela kita hidup menderita. Dan masih banyak lagi yang care sama kita.
Nah, ternyata masih lebih banyak orang yang mencintai kita daripada yang memutuskan cinta kita. Buat apa berlarut-larut memikirkan cinta satu orang yang dalam kenyataanya telah putus padahal sekian banyak orang yang masih mencintai kita? Tidakkah lebih masuk akal kita harus memikirkan untuk membalas cinta mereka daripada sekedar merenungi satu cinta yang terputus?

9.Doakan Dia
Kalau saran ini saya tempatkan paling akhir, bukan berarti ini adalah saran yang paling tidak penting. Justru sebaliknya, ini adalah cara yang saya yakini paling ampuh untuk mengelola patah hati. Saya sudah berkali-kali membuktikannya.
Sepintas, cara ini memang sangat bertentangan dengan akal sehat tapi dalam kenyataanya terbukti benar-benar mujarab. Berdoalah! Lebih daipada sekedar berdoa untuk minta kekuatan diri, berdoalah untuk dirinya, oarng yang telah membuatmu patah hati tersebut. Memang akal sehat kita mengatakan, bagaiman mungkin kita bisa mendoakan orang yang sedang kita benci? Ya, itu akal sehat kita.
Kita hanya bisa mendoakan orang yang kita benci dengan tulus jika kita benar-benar tidak lagi terikat dengan se-akuan kita. Doa yang tulus benar-benar hanya bisa kita lakukan jika kita telah mengampuni dia.
Kenyataannya, dalam banyak hal kita menderita kukan karena peristiwa yang kita alami, tetapi karena terlalu menonjolkanya “aku” kita. Bahkan hal sering membuat kita menderita adalah pikiran dan ego kita. Satu hal yang bisa kita yakini, ketika akhirnya kita bisa mendoakannya dengan tulus, ketika itu pula patah hati kita sebenarnya sedang menuju pemulihan yang sebenarnya. Munkin itu tips yang bisa saya berikan untuk pengobat rasa sakit hati. Tetap kepakan sayapmu tuk mencari lembaran hidup yang baru.

Akibat yang timbul Dari Sakit hati


Mungkin bagi kita sudah tidak asing lagi dengan namanya “sakit hati”. Banyak akibat-akibat yang timbul dari yang namnya sakit hati, wajar lah kita sebagai manusia merasakan sakit hati, toh nyatanya kita memang mempunyai hati dan punya perasaan. Perasaan dimana kita ketakutan, marah, sedih, sepi, adapun perasaan jatuh cinta.

Kita manusia makluk yang besosial, tidak mungkin kita bisa hidup sendiri tanpa adanya orang lain. Tak elak pun manusia terdapat 2 jenis, yaitu pria dan wanita. Kita di ciptakan memang berpasang-pasangan, tapi waktu yang menentukan kapan kita akan mendapatkan pasangan. Pemilihan pun dilakukan untuk mencari yang terbaik, awal kita suka akan lawan jenis kita dan tak mungkin kita tidak mempunyai perasaan untuk mencintai, menyayangi, dan mendambakannya. Ada pepatah mengatakan, “ada pertemuan pasti ada perpisahan”

Saat kita di pertemukan dengan lawan jebis yang kita suka, perasaan tertarik, suka, dan mengagumipun timbul dengan sendirinya, tak elak pun dengan perasaan menyayangi dan mencintai pasangan kita. Itu adalah perasaan bahagia yang membuat kita senang, tetapi sebaliknya jikalau kita merasaan peraasan yang gundah, gusar, dan sakit hati itu adalah akibat dari perpisaahan kita dengan seseorang.

Banyak akibat yang timbul dari saki hati, patah hati sebagai bentuk kesedihan yang amat dalam memang selalu membawa akibat. Setidak-tidaknya kita kehilangan semangat, ketika mengalaminya. Tinggal di kamar terus, seorang diri, malas melakukan apapun itu yang biasa kita alami bila merasakan patah hati. Ada lagi dampaknya yaitu,

  1. Nafsu makan yang berubah

Depresi sering mengubah nafsu makan seseorang. Kadang menambah nafsu makan, tetapi yang lebih sering mengurangi nafsu makan. Orang yang mengalami depresi pada umumnya akan kehilangan nafsu makan. Ia betah seharian dikamar tanpa sedikitpun menelam makanan. Makanan yang disediakan selalu saja utuh, bisa juga mengambil stengan piring penuh lengkap dengan lauk pauk dan sayur sayuran namun hanya baru satu sendok saja bisa di tinggal begitu saja. Ya, depresi sangat bisa menghilangkan nafsu makan, karna itu tidak jarang orang yang patah hati berlarut-larut, orang lantas menjadi kurus, (hehehe, ternyata depresi bisa jadi sarana diet yang manjur juga ya….).

Tidak juga demikian, bisa juga orang menjadi keranjingan makanan. Biasanya yang tidak suka jajan ,mengemil, dia malah lebih giat untuk berburu makanan. Baik ke mal, warung makanan atau pergi tanpa tujuan untuk mencari makanan saja yang di anggapnya baru.


2. Perubahan waktu tidur

Orang yang mengalami patah hati pun kadang mengalami perubahan waktu tidurnya. Sama seperti pada nafsu makan, orang yang mengalami depresi juga bisa menjadi suka tidur terlalu lama, tetapi yang lebih sering terjadi adalah mengalami susah tidur. Yang biasanya seseorang tidur pukul 9 malam dan bangun pukul 5 pagi, ketika mengalami depresi mungkin tidurnya menjadi tengah malam dan beberapa jam tidur susah terbangun dan setelah itu tidak bisa untuk melanjutkan tidur lagi.Terjaganya pun disertai dengan wajah yang murung dan tampak lelah. Karena itu pun orang yang depresi tampak pucat, lemas, dan mata sayu.

Bisa saja dampak dari depresi itu menjadi sebaliknya, seseorang yang menjadi gila tidur. Pagi tidur, siang tidur, malam pun tidur lagi, hingga segan untuk melakukan apapun. Dari 2 dampak itu terkait dampak yang ke 3.


  1. Perubahan tingkat energi

Orang yang sedang direndung depresi dering kehilangan semangat dan energi. Yang semula aktif menjadi lesu yang biasanya semangat menjadi malas, dan sebagainya. Seseorang yang mengalami depresi sering menjadi kelelahan tanpa sebab yang luar biasa, sulit untuk berkonsentrasi, susah mengigat sesuatu daln lamban dalam mengankap suatu pembicaraan. Akibat itu, orang yang depresi jadi mudah marah dan gampang tersinggung, perasaanya pun menjadi peka.

Lebih dari itu, orang yang patah hati bisa saja menjadi stress bahkan nekat untuk bunuh diri. Hal ini wajar terjadi karna hilangnya suatu harapan. Inti kepribadian kita terletak di hati. Maka ketika hati kita hancur berkeping-keping, kepribadian kita pun hilang. Apa lagi yang bisa kita banggakan oleh seseorang yang berkepribadian yang telah hilang? Tidak ada! Bagaimana mungkin orang masih bisa punya harapan ketika kepribadiannya sudah hancur? Tidak ada! Artinya, dalam sudut pandang tertentupatah hati membuat orang putus asa, stress bahkan hilang ingatan dan bisa saja bunuh diri. Jangan sampai utnuk kesana, karna kihidupan kita hanya sekali dan usaha untuk memperbaikinya saja lah yang membutuhkan sebuah proses.

Mungkin itu adalah sebagian dari akibat patah hati, Tuhan tidak akan memberikan kita cobaan yang berat, karna Tuhan yang menciptakan kita, jadi dia mengetahui seberapa kuatnya diri kita, dan Ia tidak akan memberikan cobaan yang melebihi kekuatan kita. Jadi lebih baik kita banyak berdoa dan meminta kepadaNya untuk membantu kita agar lebih kuat dan tegar dalam mengalami suatu masalah keehidupan.

Apa Sih Patah Hati?



Patah hati sendiri sebenarnya berarti persaan sedih (dan putus asa) yang amat dalam. Dalam bahas Indonesia, patah hati or broken heart tadi semata-mata hanya dikaitkan dengan putus cinta san sejenisnya. Mengapa kita ditak pernah mengatakan atau mendengar ucapan, “Bapak itu sedang patah hati karena istrinya meninggal”?
Ah, sudahlah! Tak usa berpusing-pusing dengan istilah. Untuk sementara kita ikuti saja pengertian yang sudah kadung beredar bahwa patah hati terjadi karena putus cinta. Pengertian patah hati hanya dikaitkan dengan putus cinta memang merupakan pengertian yang amat sempit. Tetapi, sering kali lagi, untuk pembahasan kita kali ini kita ikuti saja.
Namun demikian, jika mau ditelurusi, hal tersebut bukan berate tanpa penjelasan. Kalao orang menkaitkan patah hati dengan putusnya cinta, cara tersirat orang ingin mengatakan bahwa putus cinta atau kehilangan cinta atau cinta tidak sampai benar-benar membuat orang bersedih dan putus asa bukan kepalang. Dalam kenyataanya, itu benar! Itulah penjelasnnya.
Disisi lain, pengakuan itu sekaligus menyiratkan betapa berharganya cinta. Anehnya, sekalipun diakui cinta sangat berharga, masih ada saja orang-orang yang mengobral cinta dipinggir-pinggir jalan. Ada juga remaja-remaja yang suka menukar cinta dengan pulsa handphone, dst.
Apakah orang yang putus cinta harus patah hati? Itu urusan lain lagi. Yang jelas, patah hati memang erat hubungannya dengan cinta. Orang tidak pernah merasakan patah hati karena berkisah dengan orang yang tidak dicintainya. Mau bukti? Diatas sudah disinggung bahwa dalam arti luas, patah hati bisa terjadi karena kematian seseorang. Nah, seandainya kali waktu pembantu presiden Amerika Serikat meninggal, apakah kamu akan merasakan patah hati? Tentu saja ya, kalau pembantu itu kekasihmu, kakak mu, atau lerabatmu. Tetapi, kalau kamu kenal dia pun tidak, orang pasti akan menganggapmu kurang kerjaan jika kematiannya itu membuat mu patah hati.
Ya, patah hati selalu terkait dengan hubungan cinta. Lebih dari pada sekedar terkait, bahkan, cinta dan patah hati memang ibarat sepasang sisi dari sebuah harta uang logam yang sama. Kamu tidak bisa memilih satu dan mengbaikan yang lain. Hubungan antara cinta dan patah hati itu juga sama kaitannya antara pertemuan dan perpisahaan. Pertemuan selalu sekaligus membawa potensi perpisahaan. Sebaliknya, perpisahaan tidak pernah terjadi tanpa pertemuan. Ini kenyataan hidup biasa, tidak rumit-rumit amat. Karena itu, kalau tidak mau berpisah, jangan bertemu. Jangan jatuh cinta kalau tidak mau patah hati!
Sayangnnya, sebagai manusia kita sering mau enaknya saja. Bertemunya mau, berpisahnya enggan. Jatuh cintanya menggebu-gebu, tapi patah hatinya kalau bisa jangan.

Sisi positif
Patah hati punya sisi positif juga. Apa sisi positif itu? Patah hati akan mengajar orang untuk bisa bersikap menghargai arti kebersamaan. Orang yang tidak pernah mengalami patah hati atau tidak akan menghadapi potensi patah hati, sangat mungkin tidak bisa menghargai cinta dan kebersamaan. Ini sama halnya dengan keadaan sakit. Dalam keadaan sakit, orang bisa belajar menjaga atau menghargaai pentingnnya kesehatan. Artinya, dengan sakit kita bisa mengajarkan orang untuk menjaga atau menghargai kesehatannya. Dalam kasus lain, orang bisa menghargai pentingnya harta jika ia pernah mengalami “kemiskinan” patah hati pun demikian.
Dengan kata lain, potensi patah hati seharunya mengajar orang untuk mencintai secara total ketika ia masih bisa bersama oaring yang dicintainya itu. Justru karena ada potensi apatah hati mestinya kita jadi bersikap, “mumpung ia masih bersama ku, aku akan mencurahkan segala perhatian ku padanya”.
Anehnya, kita justru lebih sering bersikap sebaliknya. Coba ingat, pernahkah kita berfikir untuk selalu mengucapkan terima kasuh kepada orang tua kita selagi mereka masih hidup atas semua pengasuahan yang selama ini merka berikan? Tampaknya sebagian besar dari kita tidak pernah. Nanti, ketika orang tua kita meninggal barulah kita menyesal, “mengapa selama ini selagi orang tua masih hidup, mengucapkan terima kasih saja tidak pernah?” setelah mereka meninggal, barulah kita mengatakan, “papa atau mama kami tercinta bla…bla…bla…” lewat iklan duka cita. Buat apa? Toh papa dan mama tidak lagi bisa mendengar atau membacanya! Mengapa tidak selagi mereka masih hidup kita mengatakannya? Tapi, begitulah watak penyesalan, selalu datang terlambat.
Oleh karena itu. Selagi orang yang kita cintai masih bersama kita, mengapa kita tidak memulainya sekarang untuk mencurahkan segala perhatian kita padanya? Biar bila suatu ketika ia pergi atau meninggal, kita dengan lapang dada berani mengatakan, “Pergilah orang yang kucintai akau sudah memberikan semua perhatian yang kumiliki. Aku tidak akan menyesalinya!”
Kesadaran akan adanya potensi patah hati seharunya membuat orang lebih berkomitmen dengan orang-orang yang dicintainya. Apakah itu juga bisa di terapkan utnuk kekasih kita? Pasti! Saya harap kamu tidak salah mengartikan kalimat saya berikut ini “ Kemungkinan selalu ada bahwa sewaktu-waktu kekasihmu akan meninggalkan mu. Entah karena dipanggil Tuhan atau karena sebab lain. Jika benar bahwa selama ini kamu telah sungguh-sungguh mencintainya, semestinya kamu akan mengatakan, “ Oke, pergilah aku tidak akan menyesali diri. Toh selama ini aku telah mencintaimu sebulat hati”.
Namun, yang bisa terjadi malah sebaliknya! “untung aku Cuma main-main mencintainya. Jadi, ketika ia pergi aku tidak terlalu rugi!”. Saya kira ini cara piker yang keliru. Mencintai dengan main-main kok untung! Mencintai orang lain dengan tidak sungguh-sungguh seharunya dipandang sebagai kelalaian. Sebab, kesempatan bisa mencintai orang lain merupakan kesempatan yang sangat berharga. Tidakkah salah satu perintah utama kita di dunia ini adalah mencintai orang lain seperti kita mencintai diri kita sendiri?
Jadi, ketika ada kesempatan mencintai orang lain dan kesempatan itu tidak tidak kita gunakan dengan sungguh-sungguh itu artinya kita kehilangan kesempatan menanti salah satu perintah utama itu. Kamu boleh tidak setuju dengan pendapat tersebut, tetapi coba renungkan,. Nanti kamu akan mengerti kebenaran itu.